|
|
Created By :
Komando Payung Rasul
|
Indonesia
Barangkali itulah kalimat yang cocok untuk lukiskan
Betapa Cintanya Bobby kepada Meutya Hafid Mantan sandera Mujahidin Irak,
seorang reporter Metro TV Indonesia.
"Dia adalah gadisku dan calon istriku, dan bila kalian tidak mau
bebaskan ia, maka aku Bobby Meidianto Hasan Madinah ini akan datangi kalian
di Irak dan kami akan bikin steak serta Barbeque dari daging kalian dan minum
es susu soda, uhm.... kurasa itu akan dapat membuat Irak yang panas akan jadi
sedikit lebih dingin, NYAM!".
Itulah kata2 yang Bobby "Jaguar" itu ucapkan dalam bahasa Inggris,
saat lakukan negosiasi via chatting vs para Mujahidin n kelompok Hamas Irak, Kuwait dan Turki
saat itu 19 Mei 2005.
"Ma, aku ini seorang inteligent, dan itu aku punya kebiasaan lirik sana lirik sini
siapa tahu ada yang cocok. Aku tahu Mama Tya pasti tidak suka itu, dan nanti
aku akan pakai kacamata hitam saja biar tidak ketahuan kalau aku melirik.
Soalnya kalau aku pakai kacamata kuda itu aku pasti akan kecebur got
kalau jalan sebab tak bisa lihat jalanan di depanku".
" Ma, My love Tya, aku sudah janji dalam suratku terdahulu kan, bahwa aku
akan tetap terima Mama itu apa adanya, sekalipun Mama dalam keadaan itu cacat
seumur hidup".
"Tya, aku tahu dirimu pasti akan anggap aku ini hanya pikirkan sex aja kan? saat aku
katakan itu aku ingin kehangatan cinta. Saat itu hujan deras dan aku terpaksa
berteduh di dekat warnet, dan aku ingat biasanya saat dulu suasana begini dan
aku ada di rumah, aku selalu masak bersama ibunya Dhana (Andri Mantan
Istriku), dan anakku Panji, lalu kami makan bersama, dan juga pangku
anakku itu, juga kadang ibunya, dan lalu kami bercanda bersama atau aku
ceritakan kisah2 lucu pada panji dan biarkan ia itu curhat padaku, Aku Rindu
sekali itu, dan kini setelah aku ini sendirian sekarang, aku selalu merasa
sendirian n kesepian sekalipun ada di tempat ramai sekalipun, Apalagi dalam
keadaan basah dan kedinginan begini".
Diatas adalah cuplikan beberapa suratnya yang kami tahu untuk Meutya Hafid.
" Akulah Arjuna... yang sedang mencari Cinta.... Wahai Meutya.....
Cintailah Aku.....,
Siang itu Bobby Meidianto "Jaguar" Mantan Anggota Densus Harimau
Indonesia dan Sang Guru besar padepokan Kuncara Manik Tunjung Seta sedang
berjalan di Puncak Pass Bogor menuju ke Bandung, dari Jakarta.
Meutya Hafid yang sebelumnya kesengsem oleh kisah Sang panembahan itu yang
ditulis dalam buku dan fax oleh Anggota Payung Rasul, melakukan kontak batin
dan memanggil serta ajak ngobrol Jaguar.
Ia sewot lantaran Jaguar menolak Cintanya dan ia marah karena tiap kali Bobby
bilang "Aku mungkin lebih suka Dwie sepupuku itu, dan aku ingin cinta
yang nyata". Sebenarnya hal itu sebab Bobby itu juga malu n jengkel
lantaran sudah puluhan kali teman2 anggota KOPRAL pada kasih kabar pada
Meutya tidak di gubris juga, dan juga Jaguar pun minder soalnya ia tu hanya
gembel saja. Dan itu ucapan Meutya itu hanyalah pancingan saja mungkin untuk
permainkan ia.
Akhirnya, saking jengkelnya Meutya yang saat itu ada di Metro TV lalu masuk
ke kamar mandi dan setelah di dalam ia menantang Jaguar itu.
"ayo tampakkan dirimu, kau kan terkenal
sebagai mantan pengawal Presiden Soeharto yang sakti mandraguna yang bisa
kemanapun dengan ilmumu tanpa terhalangi siapapun kan? kau
pengecut ya? tidak berani datangi aku ? ayo mana kesaktianmu itu? Ini aku
sudah siap melawanmu! kata Meutya yang juga membuka kancing pakaian atasnya
sambil berkacak pinggang.
Bobby yang lagi kumat sablengnya melihat itu lalu girang dan bagaikan harimau
dahan yang ganas tahu2 wussh.... ia sampai di tempat Meutya itu berada dan
lalu peluk dan cium Meutya dengan ciuman mautnya yang ganas dan mesra....
bangets.
Belum sempat Meutya itu membalas Bobby telah melepaskannya dan menghilang
dari situ.
Meutya jengkel dan berteriak..."Hey kemana kau?!!!"
"Udah di Puncak pass lagi..."kata Jaguar, "lain kali deh kita
ketemu lagi saat aku sudah selesai urusanku TYa.... aku takut ketagihan
ciumin kamu trus .....".
"lagi ngapain Mas di situ?"...
Bobby tiba2 bengong dengar pertanyaan itu. "Anu.... itu..... aku ini
lagi ngapain ya?????" dan dengan lagak o'onnya ia tengok kiri dan
kanannya yang banyak perbukitan dan hutan.... lalu ia tengok kembali Meutya
itu.... dan meringis cengar cengir..... "ku rasa sedang lihat
Pemandangan Indah...."katanya.
Meutya kaget dan tersipu malu sambil menutup bajunya yang terbuka itu.
Bibirnya tersenyum-senyum lalu keluar dari Toilet itu dan kembali ke mejanya.
Namun senyumnya masih tak mau hilang dari bibirnya itu.
Dan si Jaguar kembali lanjutkan perjalanan sambil nyanyi....
"Jangan janjikan cinta... yang biru bila kau hanya bermanis-manis di
bibir.... jangan bisikkan rindu yang semu.... bila kau hanya menabur duka di
hati.....".
Itulah sekelumit mulainya perjalanan cinta antara Bobby dan Meutya Hafid.
Cinta Yang Biru. (Di tulis ulang dlm Fax yang di kirim Bobby & Kopral
SESKOAD & Bekang AD Bandung , Minggu ke 3 sehabis Idul Fitri 2007 ke NEWS
Metro TV).
Namun hal itu berubah jadi kesedihan dan keputus asaan ketika :
" Ibu Metty Hafid?",
"Ya? anda siapa? kan udah kesini
kemarin? dan sudah tiga kali?"
"Saya Bobby, teman Meutya, ingin ketemu ama Tya, apa bisa? Boleh saya
masuk?"
"loh, kan sudah kesini, anda itu siapa, koq ngaku polisi? Mana Surat tugasnya?"
"Surat tugas? saya
bukan Polisi Bu, tapi mantan Pengawal Presiden Soeharto, dari densus Harimau
Indonesia dan saya kemari itu untuk urusan pribadi, Tya sudah
berulangkali kami beri tahu lewat surat dan fax juga lewat e-mail ke Metro TV
dan ke alamat rumah sini, bahwa saya akan datang ke sini, itu sudah sejak
beberapa bulan lalu".
"Mana tak ada surat koq dan lagi
saya tidak paham , Meutya juga tidak penah omong ke saya".
" Loh kemarin saja saya tinggalkan surat di pagar ini
yang ada nama pengirmnya Cynthia itu?" "Kan dari kemarin waktu
pertama saya ke sini pembantu ibu, bilang kalau Tya ke malaysia pulangnya
sore itu, dan ibu juga sedang pergi, lalu besoknya saya datang lagi pembantu
ibu itu minta identitas saya dan itu saya kasih kartu pemilih saya dan saya
suruh kasihkan Meutya kalau ia sudah pulang, lalu kemarin saya datang lagi,
masih di minta oleh Pembantu Ibu itu KTP saya dan ia bawa masuk tapi kok
setelah ia keluar dia malah usir saya? apa sih salah saya? Saya ini
jauh2 dari Solo datang kemari Untuk ketemu Meutya"
"Saya kan tidak kenal
anda?"
" Kenal tidak kenal kan sudah saya
kasih identitas saya dan itu sudah saya tunjukkan itikad baik saya? Saya ini
Bobby Meidianto yang memberi tahu Presiden SBY kalo Tya masih selamat tapi di
sandera Mujahidin waktu Tya disandera di Iraq, kalao tidak percaya tanyakan
saja ke Presiden SBY itu, apa tahu saya Bobby Meidianto kemenakannya Jendral
Darwo Sugondo, yang juga pernah ziarah ke Penunjung makamnya Jendral Sarwo
Edhie " Kata Bobby mulai Jengkel dan tidak sabar lagi.
"Ah soal itu saya tidak tahu" kata Metty Hafid tidak pedulikan
Bobby.
“Putra Jendral Koq Miskin?” kata Ibu Metty Hafid se
enaknya.
“Saya memang miskin Bu!, Saya ini sungguh2 datang
kesini bertamu baik2 dan Ibu malah menganggap saya ini orang tak beres,
sombong sekali sih kau.....mentang2 kenal Presiden SBY ya???? Pembantumu itu
juga pantas nanti kalau saya hajar, kemarin sikapnya sombong sekali, kalau
tidak percaya saya ini sungguh2 mantan pengawal Presiden, sekarang juga
laporkan saya ke Kepolisian atau Ke Mabes sekalian saya tunggu di alamat saya
di dalam surat saya kemarin itu di Ciputat".
Kata Bobby sambil ngeloyor, dan Metty Hafid sempat bilang pada keamanan kampung
yang saat itu juga ada di situ, " entahlah pak itu orang
sarap dan ia itu mau menipu Meutya"
"Menipu Matamu! Kamu itu yang
orang sarap sendiri....!" jawab Bobby sambil teriak , ia sebenarnya
sudah beranjak pergi dari situ beberapa meter.
Itulah semua kata2 Bobby dan Ibu Metty Hafid yang terekam dalam recorder yang
di bawa Bobby saat ke empat kalinya ia datang ke Rumah Meutya Hafid dan
kecewa sekali. Kebiasaan bawa tape recorder macam wartawan itu memang sudah
ia miliki sejak jadi anggota Densus HI, dan tiap kali akan menjumpai
seseorang yang sulit atau penting dan ada urusan yang agak gawat.
"Sakitnya perutku yang robek dan ususku yang
terburai ini tidaklah sesakit luka di hatiku olehmu Tya".
Itulah perkataan yang sempat keluar saat Pisau yang merobek perut Bobby dan
masih menancap di perutnya itu dicabut, dan membuat Bobby tersadar sejenak
dan memberikan beberapa pesan dan akhirnya pingsan lagi.
Namun agaknya, janji Bobby untuk dapat tetap bisa ketemu anak2nya lagi dan
ketemu Meutya lagi dalam keadaan selamat, dan doa anak2 yatim di YBPBKM dan
doa Ibu, dan para Leluhurnya, dan juga doa kami teman2nya di Komando Payung
Rasul dan H I, masih lebih afdol dari pada Maut. Dan masih bisa perpanjang
nyawa Mas Bobby.
“PIKIR DONK MEUTYA……….. COBA KALAU ORANG LAIN SELAIN
BOBBY DI GITUKAN ORANG TUAMU DAN DI TUDUH MENIPU ATAU AKAN MENIPU ATAU AKAN
BERBUAT JAHAT PADAMU TANPA BUKTI DAN
TERLANJUR DI KEROYOK ORANG2 SEKAMPUNG GARA2 OMONGAN ORANG TUAMU ITU
DAN ITU MAS BOBBY YANG DI GITU KAN?
NAJIS SUNGGUHAN IBUMU ITU DAN TETANGGAMU ITU !!!”
DOKUMEN KHUSUS TTG MEUTYA HAFID
BACK
|
Kisah cintanya Jaguar.
I want to make U
My Top Hits
Ma… AQ Pulang……!
Fitria…maafkan AQ!
Cintailah Cinta !
Birunya rinduku.
Ciumlah Daku!
Kau Pengkhianat!
Pilih AQ atau Dia(h)!
Dst.
KLIK :
KUMPULAN SURAT UNTUK MEUTYA HAFID
KARYA2 JAGUAR
|
|