Pencarian Kustom

TV ONLINE

RADIO

BERITA

KARIER

CHAT

KOMUNITAS

 

CONTRENG MORENG


Untuk kesepuluh kalinya, pada Kamis 9 April 2009, Indonesia kembali menggelar pemilihan umum. Pemilu kali ini diikuti 44 Partai Politik, dan berlangsung dua tahap. Pertama, Pemilu Legislatif untuk memilih calon penghuni gedung Dewan Perwakilan Rakyat, lalu Pemilihan Presiden untuk memilih calon penghuni Istana Negara.

Pada Pemilu kali ini, selain untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung, juga untuk memilih calon anggota legislatif secara langsung pula. Bukan sekadar mencontreng tanda gambar parpol seperti Pemilu terdahulu.

Apakah perubahan sistem dan tata cara Pemilu tersebut dapat sekaligus mampu mengubah Indonesia lima tahun ke depan lebih baik dari kondisi saat ini? Atau justru sebaliknya makin lebih terpuruk? Memang tak gampang memprediksinya. Tetapi tak terlalu sulit pula memperkirakan berdasarkan dinamika politik dan perilaku para politisi menjelang hari H pesta demokrasi.

Kualitas hasil Pemilu kali ini akan ditentukan banyak faktor. Selain dipengaruhi kredibilitas Komisi Pemilihan Umum dan independensi Pengawas Pemilu, juga akan sangat ditentukan oleh kuantitas dan kualitas partisipasi para pemilih. Selain itu, oleh konfigurasi para peserta pemilu, baik calon anggota legislatif maupun calon prediden calon wakil presiden, yang akhirnya terpilih untuk duduk di kursi kekuasaan.

Dari 44 parpol peserta Pemilu, umumnya dinakhodai para pemain lama yang berganti baju dan atribut. Juga para caleg dan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah yang bertarung, masih didominasi muka-muka lama. Bahkan tak sedikit yang telah beberapa periode menjadi anggota parlemen.

Dengan komposisi seperti itu bisa dipastikan Pemilu 2009 belum menjanjikan harapan mayoritas rakyat. Kondisi Indonesia lima tahun ke depan masih akan dililit krisis multi dimensi. Kemiskinan dan pengangguran masih menjadi persoalan nasional, karena belum tentu diatasi dengan serius oleh para penguasa baru.

Ini bukan pesimisme berlebihan. Sebab, kalau ternyata yang kembali berkuasa baik di legislatif, eksekutif maupun yudikatif adalah para pemain lama, mana mungkin kita berharap terjadi perubahan yang fantastis. Kalau memang punya itikad memperbaiki Indonesia agar keluar dari keterpurukan, ya semestinya sejak dulu sudah dilakukan.

Dalam kalimat ringkas. Pemilu kali ini baru berubah kulitnya saja, yakni dari 'coblos' ke 'contreng'. Semoga saja hasilnya tak coreng moreng.


zamsaja
bdl.070409

Tulisan Lain



RAHASIA AKSES INTERNET GRATIS

 

 

 

 
tr>

 

NGOBROL DENGAN EDITOR?

KLIK DI SINI

Redesign by zamsaja Copyright 2009 Web Support:
Hosting by Yahoo!
 
Cool Text: Logo and Graphics Generator
 
   
1