
Melayani Dalam Kasih Sejati
Edisi
:
JULI 2000
Daftar isi:
Mengapa
Gereja Katolik
meneladan Bunda Maria?
Bulan Rosario baru saja berlalu, namun tidak ada salahnya bila di sini
diuraikan secara singkat makna sebagian peristiwa yang ada dalam untaian
Rosario.
Gereja Katolik meneladan
Bunda Maria karena seluruh peristiwa yang dialami Bunda Maria semasa hidupnya
diserahkan kepada Tuhan. Mulai dari untaian peristiwa pertama dalam rosario,
Maria Menerima Kabar Gembira Dari Malaikat Gabriel. Maria hanyalah seorang
wanita desa yang sederhana. Ketika
menerima kabar gembira tersebut, tentu saja sebagai manusia biasa Maria kaget.
Bagaimana hal itu bisa terjadi sementara ia belum bersuami? Kenapa disebut
kabar gembira, apanya yang gembira?
Pada mulanya Maria menolak,
namun setelah bertanya pada Malaikat Gabriel, pertanyaan yang menandakan adanya
keterbukaan pada diri Maria, Maria
menerimanya, lalu menyerahkan semuanya pada Tuhan dengan berkata “Jadilah
padaku menurut perkataanmu”.
Dengan bersikap menerima
itu, berarti Maria menerima semua konsekuensi yang akan terjadi atas pilihannya
itu. Pada diri kita masing-masing sikap
Maria tersebut dapat dihubungkan sebagai berikut, setiap manusia pasti
mempunyai masalah, tinggal bagaimana kita menyelesaikannya. Apakah kita terbuka dengan Tuhan dan
mengandalkan kekuatan Tuhan dalam penyelesaian tersebut atau kita hanya
mengandalkan kekuatan sendiri.
Pada peristiwa gembira yang
kedua, setelah menyerahkan semuanya pada Tuhan, Maria mencari dukungan
manusiawi dengan mengunjungi Elisabeth, saudaranya. Kunjungan Maria ini, selain mencari dukungan manusiawi, Maria
juga membantu Elisabeth yang sedang mengandung pada hari tuanya. Maria yang
sedang mengandung karena Roh Kudus bertemu dengan Elisabeth yang juga sedang
mengandung. Dua pribadi yang penuh
dengan anugrah/Roh saling puji memuji bahagia, saling tukar kabar gembira/mewartakan
kabar gembira.
Dari Elisabeth muncul
pujian/kata-kata yang antara lain
menjadi doa Salam Maria “terpujilah engkau di antara wanita” dan ungkapan
bahagia “berbahagialah engkau karena percaya bahwa sabda Tuhan akan
terlaksana”.
Dari Maria muncul pujian
“kidung Magnificat”, yang kini menjadi bagian dari doa harian hidup bakti dan
klerus, doa orang yang mau setia pada kehendak dan perintah Tuhan. Dalam doa
itu antara lain diimani “perbuatan agung Allah dalam hamba-Nya yang hina dina”.
Peristiwa gembira yang ketiga
yaitu Yesus Dilahirkan di Bethlehem, menunjukkan cinta Allah kepada manusia.
Betapa Allah yang maha tinggi rela menunjukkan kesederhanaan-Nya dengan menjadi
manusia.
Pilihan Maria itu membuat
Maria menerima konsekuensinya, banyak peristiwa yang terjadi dalam hubungannya
dengan Putranya, antara lain:
-
Kata-kata Simeon ketika Yesus diserahkan di Bait Allah
-
Waktu Yesus diketemukan di Bait Allah (apa engkau tidak tahu bahwa Aku
harus berada di rumah Bapa-Ku)
-
Pesta kawin di Kana (saat-Ku belum tiba)
-
Pada Matius 12 : 46-50 (Siapa ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku)
-
Pada perhentian IV Jalan Salib (Yesus berjumpa dengan ibu-Nya)
-
Pada waktu Maria memangku jenazah Yesus
Maria menyimpan semua
peristiwa di atas dalam hatinya. Hal ini memperkaya jiwa Maria. Maria percaya
bahwa penyelenggaraan Ilahi mengatur segalanya.
Karena itu bila kita berdoa, kita sebaiknya mengingat teladan Maria
yang setia dan sederhana, jangan hanyut atau berlebihan. Memang Maria bukanlah perantara kita kepada
Bapa, karena perantara kita satu-satunya adalah Yesus. Namun dalam berdoa kita memohon bantuan
Bunda Maria supaya doa kita disampaikan kepada Tuhan.
Selamat dan sukses selalu
untuk rekan2 Kekal Lippobank sbb. : 1. Bapak Sutrisno Wibowo, ex
Deputy Group Head CARD CENTER Lippobank telah mutasi +
promosi menjadi Managing Director LINK NET 2. Bapak Chandra Nagawijaya,
ex R.O. Head LB Cempaka Putih telah mutasi + promosi menjadi SME Group Head
Lippobank Kantor Pusat 3. Ibu Rini Sumarto, ex BM LB
Tomang Raya telah mutasi/promosi menjadi HRG Div.Head Lippo E Net 4. Bapak Andreas Julianto, ex
Wapim Usaha LB Lippo Plaza telah mutasi + promosi Marketing Div.Head LINK
NET 5. Bapak Suwito Tjokrorahardjo,
BM LB Daan Mogot telah mutasi + Promosi menjadi R.O. Head LB Daan Mogot 6. Bapak Suradi Horyanto, ex
Wapim Usaha LB Cempaka Putih telah mutasi + promosi menjadi BM LB Samarinda 7. Sdr. Ferry Lirungan, ex BM
LB Cideng telah mutasi menjadi BM LB Jakarta KLL
Sejarah tradisi
gereja banyak sekali memberikan informasi mengenai
kehidupan sampai dengan bagaimana wafatnya para Rasul:
a. Matius meninggal dunia, karena disiksa dan
dibunuh dengan pedang di Etiopia.
b. Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir),
setelah badannya diseret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh
batu sampai ia menemukan ajalnya.
c. Lukas mati digantung di Yunani, setelah ia
berkhotbah disana kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan
d.. Yohanes direbus atau lebih tepatnya digoreng di
dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai
Yohanes lebih jauh, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah digoreng hidup-hidup
ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dan diasingkan kepulau Patmos
untuk kerja paksa di tambang batubara di sana. Pada saat ia berada di sana, ia
mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis Kitab Wahyu. Kemudian ia dibebaskan
dan akhirnya kembali dan menjadi Uskup di Edessa (Turki). Ia adalah
satu-satunya rasul yang bisa mencapai usia lanjut dan bisa meninggal dunia
dengan tenang.
e. Petrus telah disalib dengan kepala di bawah.
Kayu salib untuk Petrus dipasangnya berbeda, ialah secara huruf X, karena
itulah permohonan yang ia ajukan sebelum ia disalib, dimana ia memohon untuk
disalib dengan cara demikian. Ia merasa tidak layak untuk mati dan disalib
seperti Tuhan Yesus.
f. Yakobus saudara tiri dari Tuhan Yesus dan
pemimpin gereja di Yerusalem, dilempar kebawah dari puncak bubungan Bait Allah,
di tempat yg sama dimana si setan dahulu membawa Tuhan Yesus untuk digoda.Ia
meninggal dunia setelah dilempar dari tempat tinggi tersebut.
g. Yakobus anak Zebedeus adalah seorang nelayan dan ia adalah murid pertama yang dipanggil untuk ikut Tuhan Yesus, ia dipenggal kepalanya di Yerusalem. Pada saat-saat ia disiksapun, ia tidak pernah menyangkal Tuhan Yesus, bahkan ia berusaha untuk berkhotbah terus, bukan hanya kepada para tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yang menghukum dan menyiksa dia dengan kejamnya. Sehingga akhirnya orang Romawi yang menjadi penjaga dan penyiksa dia, bisa turut bertobat. Penjaga Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia dihukum penggal, bukannya sekedar hanya turut menyaksikan saja, melainkan juga turut dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu adalah doanya yang terakhir, sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus sebagai orang Kristen.
h. Bartolomeus yang lebih
dikenal sebagai Natanael ia menjadi misionaris di Asia, antara lain ia
memberikan kesaksian di Turki. Ia
meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman pukulan cambuk yang
sedemikian kejamnya sehingga semua kulitnya menjadi hancur terlepas kebeset.
i. Andreas juga disalib seperti Petrus dgn cara X di Patras,Yunani. Sebelumnya ia meninggal ia disiksa dgn hukum
cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib dgn cara demikian mereka bisa
memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yang
turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah diucapkan
oleh Andreas sebelum ia meninggal dunia: "Ternyata keinginan dan
cita-cita saya bisa terkabul dimana saya bisa turut merasakan "happy
hours" dgn disiksa dan disalib seperti Tuhan Yesus." Bahkan pada
saat ia disiksa pun tiada henti-hentinya ia berkhotbah terus, ia berkotbah
terus dua hari sebelum ajalnya tiba. Berkotbah sambil dihukum cambuk.
j. Rasul Thomas mati ditusuk
oleh tombak di India.
k. Yudas saudaranya dari
Tuhan Yesus dihukum mati dgn panah, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari
Tuhan Yesus.
l. Matias, rasul pengganti
dari Yudas Iscariot mati dihukum rajam dan akhirnya dipenggal kepalanya.
m. Barnabas salah satu dari 70
rasul, juga yang telah menulis Surat Barnabas dan mengabarkan Injil di Italy
maupun di Cyprus, ia mati dihukum rajam di Salonica.
n. Rasul Paulus disiksa
dengan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh Kaisar Nero di Roma
pada th 1967. Rasul Paulus adalah rasul yang paling lama mengalami masa siksaan
dipenjara. Kebanyakan surat-surat dari Rasul Paulus dibuat dan dikirim dari
penjara.
Para Rasul jaman dahulu sedemikian kuat imannya dan sedemikian
mengasihi Tuhan Yesus sehingga mereka bersedia membayar kepercayaannya
ini dengan pengorbanan dan darah
mereka. Apakah umat Kristen sekarang ini juga bersedia melakukan yang serupa
seperti para Rasul jaman dahulu?




