Majalah
OTOMOTIF
01/VIII-Senin 11 Mei
1998 - Halaman 7
Christianto di atas Mazda Cronos 2000
dengan bahan bakar gas
BBG
JADI INVESTASI
Bisa
jadi vonis kenaikan BBM per 5 Mei 1998 lalu. merupakan momentum kebangkitan
bahan bakar alternatif. Sebut di antara BBG (Bahan Bakar Gas). Soalnya,
selain faktor harga yang lebih murah (Rp. 550,-/ liter), perangkat konversinya
pun tersedia di pasaran dalam beragam pilihan. Mari berhitung.
BALIK MODAL
Memang, harga kit
konversi, perangkat tambahan agar kendaraan bisa menggunakan BBG
atau Elpiji, ikutan melonjak seiring depresiasi Rupiah. "Naik tiga hingga
empat kali lipat," ujar Christianto, penggawang alat konversi bermerek
NAGASCO
asal Amerika.Sebelum krismo, harganya antara Rp 2 juta hingga termahal
Rp 5 jutaan. Sekarang termurah Rp. 6 juta hingga mentok Rp 14 juta per
unit.
Tapi, jangan patah semangat dulu. Pasalnya, penggunaan
BBG ini lebih mengacu pada program penghematan jangka panjang ketimbang
solusi singkat menghadapi ketukan palu Mentamben, Kuntoro Mangkusubroto.
Untuk itu, Christianto telah mengadakan riset
komparasi kecil-kecilan dengan Mazda Cronos 2000 cc ber-BBG miliknya sebagai
objek penelitian. Saat memakai premium, dengan rata-rata jarak tempuh 3000
km setiap bulannya dikonsumsi 1 liter untuk 8,9 km. Otomatis, pria
berbadan tegap ini perlu belanja 337 liter bensin setiap bulannya.
Bila dikali Rp. 1.200,- harga sekarang, maka ia merogoh kocek Rp. 404.000,-
per bulan.
Nah, saat dipakaikan BBG, selain terbukti sanggup
meningkatkan jarak tempuh, juga mengurangi uang belanjanya. Dengan BBG,
konsumsi bisa 1 liter untuk 10 kilometer. Otomatis jarak tempuh
rata-rata per bulannya hanya memerlukan 300 liter BBG (setara premium).
Total Rupiah yang dirogoh jadi Rp.165.000/ bulan. Dari sini saja
konsumen sudah menghemat 40,80% atau Rp 239.400 setiap bulan.
O, iya bila pakai BBG, masih ditambah pengiritan
di sisi pelumas. Soalnya performa oli bisa ditingkatkan dua hingga tiga
kali lipat. "Hasil Laboratorium Trakindo membuktikan oli masih berfungsi
baik hingga kilometer ke-9000," tambahnya.
Meski begitu, pemasangan kit konversi harus dihitung
sebagai investasi. Artinya, dalam periode tertentu akan kembali (pay-back)
dan pengguna tinggal menikmati program hemat. Perhitungannya, komponen
hitung kita bagi tiga.
Pertama, Kit konversi (X) ambil contoh
yang termahal Rp.14 juta. Kedua, Depresiasi (n) per
bulan Rp. 233.400,- (versi Pertamina) ditambah saving (s)
per bulan Rp. 239.400,-. Dihitung dengan rumus: (X) dibagi
(n+s) akan diperoleh hasil (t)= 29,6 bulan sebagai waktu
payback. Artinya, investasi kita di perangkat bakalan kembali setelah kurang
lebih 2,5 tahun menggunakan BBG.
Sebagai alternatif lain, bisa saja besaran investasi
tersebut di-depositokan di bank. Bunga per bulannya digunakan sebagai subsidi
konsumsi premium setiap bulan. Mumpung sekarang suku bunga bank deposito
masih tinggi. Od
This page manage by: LIMATAMA'98